Corporate Social Responsibility

CSR Sepuluh Ribu Mata Untuk Indonesia

Latar Belakang

Indonesia, Penderita Katarak Terbanyak Kedua di Dunia

Jumlah penderita katarak di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara atau mencapai 1,5 % dari penduduk Indonesia. Bahkan ada yang menyebut bahwa angka tersebut juga merupakan tertinggi kedua di Dunia. Katarak juga merupakan penyebab utama kebutaan, dengan penambahan penderita kebutaan katarak sebanyak 0,1% atau sekitar 210.000 jiwa pertahun.

Keberadaan Indonesia sebagai negara tropis menjadikan penduduknya memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat bila dibandingkan penduduk di daerah subtropik. Berdasarkan data diatas sudah banyak pihak yang berusaha melakukan berbagai kegiatan untuk mengurangi angka yang begitu besar tersebut termasuk Pollux Habibie International yang telah meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Operasi Katarak Sepuluh Ribu Mata dalam wadah Pollux Habibie Vision.

Mewujudkan Cita – Cita Perjuangan Ibu Hasri Ainun Habibie

Ibu Hasri Ainun Habibie, Istri dari Bapak B.J Habibie presiden RI ke 3 mempunyai semangat yang besar untuk memberantas buta katarak. Ibu Hasri Ainun juga merupakan seorang dokter yang mempunyai peranan sangat besar dalam berdirinya bank Mata Indonesia dan sampai sekarang perjuangan beliau dilanjutkan oleh klinik mata dr. Hasri Ainun Habibie di Bogor yang masih rutin memberikan layanan kesehatan mata gratis pada warga yang kurang mampu.

Pollux Habibie International sebagai bagian dari keluarga besar Habibie berusaha mengkonversi dan meneruskan perjuangan Ibu Hasri Ainun Habibie dengan menyelenggarakan Program CSR Sepuluh Ribu Mata melalui Pollux Habibie Vision. Program ini akan dilangsungkan hingga beberapa tahun kedepan hingga terkumpul 10.000 mata, dan tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan lagi ditahun berikutnya setelah target terpenuhi.


Target

Program ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pollux Habibie International pada project Meisterstadt Batam, yaitu sebuah Mega Superblock dengan berbagai fasilitas dan terdiri dari 11 tower bangunan yaitu 8 tower Apartemen, 1 Tower Rumah Sakit, 1 Tower Perkantoran, dan 1 Tower Hotel. Meskipun Proyek Meisterstadt berkedudukan di Batam namun ruang lingkup pelaksanaan program ini tidak terbatas Batam saja, namun dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Sasaran dari program ini adalah dikhususkan untuk masyarakat kurang mampu dengan segala keterbatasan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Proses pendaftaran program ini pun sangat mudah, cukup dengan menghubungi perdami setempat, kemudian akan didata dan dilaksanakan operasi apabila kuota jumlah sudah terpenuhi.

Tujuan Kegiatan yang telah diresmikan sejak mei 2016 ini memiliki tujuan antara lain : Menurunkan angka penderita katarak di Indonesia Membantuk orang – orang yang kurang mampu Meningkatkan produktivitas para penderita katarak Melakukan operasi katarak secara berkala dan berkelanjutan Memperkenalkan project Meisterstadt sebagai produk dari Pollux Habibie International.

Perjalanan CSR dari awal sampai saat ini

Launching 10.000 Mata Untuk Indonesia - 3 Mei 2016

CSR RS Selaras - Cisauk - 17 Desember 2016

CSR RS Budi Kemuliaan Batam - 27 April 2017

CSR Klinik Tambun Bungai Palangkaraya - 12 Mei 2017

CSR RS Awal Bros Batam - 19 Agustus 2017

CSR RS I.A Moeis, Samarinda - 15 Oktober 2017

CSR RS Puri Husada Tembilahan, Riau - 19-20 Januari 2018

CSR RSUD Prov. NTB - 23-24 Desember 2018

Scroll Up